Teknologi Canggih Depan Yang Paling Berbahaya

Unmundomaravilloso –┬áTeknologi berkembang sangat pesat akhir-akhir ini sehingga inovasi dianggap lebih menakutkan daripada menakjubkan. Selain itu, media kerap memberitakan penggunaan teknologi canggih untuk hal-hal buruk.

Meskipun perkembangan teknologi adalah sesuatu yang harus diapresiasi, kita juga harus menyadari bagaimana teknologi tersebut digunakan.

Apa sajakah teknologi canggih yang dapat merugikan manusia saat ini? Yuk, simak ulasannya di https://majapahit.id/

1. Rumah pintar

Siapa yang tidak menginginkan rumah seperti Tony Stark yang dapat memenuhi semua kebutuhan Anda hanya dengan satu perintah suara? Berkat teknologi rumah pintar saat ini, bahkan rumah biasa pun dapat berintegrasi dengan Google, Apple, dan Amazon.

Namun, perangkat apa pun yang terhubung ke internet dapat digunakan untuk memata-matai Anda.

Alat-alat ini dapat mengumpulkan informasi pribadi Anda dan menjualnya kepada pengiklan tanpa sepengetahuan Anda. Contoh sederhananya adalah mikrofon yang ditemukan di Smart TV.

Mikrofon dapat merekam ucapan Anda bahkan saat Anda tidak sedang menonton TV. Benar-benar menakutkan, ya? Bahkan lebih menakutkan untuk meretas ponsel cerdas Anda dan akhirnya video Anda menyebar ke internet.

2. Mobil dengan autopilot

Tesla yang dimiliki oleh Elon Musk merupakan salah satu inovator di bidang mobil autopilot yang canggih. Fungsi ini memungkinkan Anda untuk mengemudikan mobil Anda tanpa mengemudi.

Meningkatnya jumlah mobil yang terhubung ke Internet dan Bluetooth membuat mobil semakin berbahaya. Juga, peretas sekarang belajar cara meretas mobil.

Ini memungkinkan peretas untuk mengendalikan mobil dan kemudian dengan sengaja menghancurkannya. Membunuh orang, seperti di film agen rahasia, tanpa ketahuan, seperti di film agen rahasia, bukan lagi hal yang mustahil.

3. Drone

Bukan hanya untuk foto, kini drone digunakan untuk segala macam hal. Dari mengirim paket hingga pertempuran seperti militer AS.

Ya, drone sekarang dapat digunakan untuk memantau musuh dan membombardir lokasi tertentu dari jarak jauh dengan remote control, seperti mainan.

Bahkan jika tidak apa-apa, jika teknologi ini jatuh ke tangan yang salah, warga sipil yang tidak bersalah dapat menjadi korban. Akan lebih mudah bagi para teroris untuk melakukan aksinya.

4. Ransomware

Beberapa tahun yang lalu, kami dikejutkan oleh serangan dunia maya menggunakan alat yang disebut Ransomware. Ransomware itu sendiri adalah virus yang mampu “menahan” data dari korban dan meminta tebusan jika ingin dikembalikan.

Virus ini terkadang disamarkan oleh email dari perusahaan terkenal seperti FedEX atau ISP. Setelah membuka link tersebut, virus ransomware akan langsung mengunci data korban.

Virus ransomware ini, disebut WannaCry, adalah dalang di balik peretasan Layanan Kesehatan Nasional Inggris yang menyebabkan krisis nasional 2017.

Virus ini memblokir semua data penting dari semua komputer rumah sakit Inggris. Bayangkan betapa semrawutnya kondisi saat itu, geng.

5. Rudal nuklir

Rudal nuklir adalah salah satu senjata paling menakutkan di dunia. Senjata ini bisa menghancurkan ribuan bahkan jutaan orang hanya dalam beberapa menit.

Rusia dikatakan sedang mengembangkan torpedo nuklir dengan kekuatan ledakan paling kuat dalam sejarah. Rudal yang ditembakkan dari kapal selam ini dapat menghancurkan seluruh kota pesisir dalam sekejap.

Menurut media AS, rudal tersebut bahkan tidak dapat dideteksi oleh radar. Wah, semoga rudal apokaliptik milik Rusia ini hanya desas-desus atau propaganda, geng.

6. Bot di jejaring sosial

Membuka jejaring sosial sekarang menjadi ritual bagi orang-orang di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bahwa waktu yang Anda habiskan di Internet dapat berdampak besar pada wacana sosial dan politik kita?

Sekarang Anda dapat menemukan iklan di Internet dengan sangat mudah. Salah satu alat paling umum untuk mengubah persepsi opini publik di Internet adalah bot, yang merupakan program sederhana yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas dasar.

Bot sering menerbitkan ulang informasi tertentu dan membagikannya dengan audiens target untuk memengaruhi audiens.

Tidak jarang bot, terutama di negara seperti Rusia di mana propaganda merajalela, menyebarkan cerita palsu dan informasi jahat lainnya untuk memanipulasi warganya.