Mendag Sebut MLM Bisa Dongkrak Ekonomi di Tengah Pandemi

Unmundomaravilloso – MLM adalah teknik pemasaran yang digerakkan yang berarti strategi pemasaran di mana penjual (penjualan) tidak hanya mendapatkan penggantian untuk penjualan yang mereka lakukan tetapi juga untuk penjualan penjual lain yang mereka rekrut. Penjual yang direkrut disebut anggota downline. Istilah lain untuk MLM termasuk penjualan piramida, pemasaran jaringan dan pemasaran berantai, pemasaran pekerjaan baru, pemasaran multigenerasi, dan pemasaran pada satu tingkat. Anggota MLM disebut distributor atau mitra dagang. Mitra dagang kemudian mengundang orang lain untuk bergabung sehingga jaringan atau pasar pelanggan tumbuh semakin besar.

Keberhasilan minyak komersial dalam mengundang dan menambah anggota akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan berdampak pada keuntungan. Menurutnya, perseroan menawarkan benefit kepada mitra pihak ketiga berupa insentif berupa bonus.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan penjualan langsung merupakan salah satu sektor bisnis yang dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Ia menjelaskan, keunikan dan kekuatan sektor bisnis yang biasa dikenal dengan bisnis Multi Level Marketing (MLM) terletak pada sistem bisnisnya yang bergantung pada jaringan pemasaran mitra bisnisnya.

“Sektor usaha langsung memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, Kemendag berkomitmen untuk mendukung sektor usaha ini agar perekonomian dapat terus berlanjut dan pulih akibat imbas Covid-19., Konsep bisnis untuk langsung penjualan diutamakan karena penjualan langsung sudah ada konsumen biasa yang saat ini relatif sulit dibangun, ” jelas Agus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Berdasarkan laporan aktivitas tahunan 147 perusahaan, perusahaan penjualan langsung Indonesia berhasil menjual Rp. 14,7 triliun, dengan 5,3 juta mitra bisnis. Selain memberikan keuntungan ekonomi bagi mitra usaha, sektor penjualan langsung juga memberikan kontribusi bagi kelangsungan usaha produsen lokal. Sebanyak 51,86 persen jenis produk yang dijual merupakan produk dalam negeri.

Menurut Agus, hasil survei yang dilakukan Kementerian Perdagangan menunjukkan upaya penjualan langsung dapat bermanfaat sebagai cara bagi mahasiswa untuk mengasah mental bisnis yang kuat. Namun, hasil survei tersebut juga menunjukkan adanya sejumlah kendala dalam menjalankan bisnis penjualan langsung. Hambatan terbesar adalah pandangan negatif masyarakat tentang penjualan langsung. Salah satu penyebabnya adalah adanya berbagai penawaran program yang melanggar aturan.

Untuk itulah Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan asosiasi penjualan langsung dan instansi pemerintah terkait untuk aktif mempromosikan industri penjualan langsung dengan cara meningkatkan edukasi dan literasi penjualan langsung atau MLM agar citra penjualan langsung di mata masyarakat. bisa lebih baik, sehingga bisa meningkatkan penjualan, ‘ucapnya.

Dengan berkembangnya teknologi digital, menurut Mendag juga mengubah strategi penjualan di bidang bisnis untuk penjualan langsung. Kini penjualan bisa dengan mudah dilakukan melalui berbagai media digital. Dengan menggunakan internet dan teknologi informasi, perusahaan penjualan langsung dapat terhubung lebih dekat dengan mitra bisnis mereka dan membantu mitra bisnis mereka merencanakan dan mencapai manfaat yang dijanjikan. “Kami yakin, direct seller yang memiliki karakter gigih dan ulet akan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk berinovasi dan beradaptasi dalam penjualan,” ujarnya. Agus juga mengajak asosiasi dan pelaku penjualan langsung bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga roda perekonomian Indonesia dengan menggandeng semakin banyak produsen lokal untuk memasarkan produknya melalui sistem penjualan langsung. “Kami berharap pameran ini dapat menjadi momentum bagi perusahaan penjualan langsung untuk lebih berkontribusi pada momentum perekonomian Indonesia,” tutup Agus.

Tunggu apalagi, segera join di bisnis MLM Forever Healthy Indonesia