Cara Mempercepat Usaha Kecil Jadi Besar

Unmundomaravilloso –┬áPernah dengar Amazon.com, Apple, Disney, Google, dan Bukalapak? Perusahaan yang dibangun dari nol atau dalam skala kecil kini telah menjadi raksasa. Tidak ada yang menyangka hal tersebut, namun ternyata menjadi hal yang luar biasa atas kerja keras, perjuangan dan inovasi yang masih terus muncul guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jika Anda memulai bisnis kecil, bermimpi untuk mengembangkannya. Maju di kelas, bukan hanya dengan menambah modal. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengembangkan dan memelihara bisnis agar tujuan dan sasaran perusahaan tercapai.

Berusaha selalu inovatif, berikan ide bisnis yang hidup seiring dengan perkembangan zaman. Ada 7 cara untuk mengembangkan bisnis kecil Anda.

Selain harus beradaptasi dengan perubahan pasar dan perkembangan teknologi, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar bisnis Anda sukses dan berkembang pesat:

1. Diversifikasi

Bisnis atau bisnis Anda akan sukses jika Anda mendiversifikasi produk Anda. Jangan membatasi diri Anda pada produk dan layanan yang sedang dijual. Anda bisa mengembangkan produk agar lebih beragam. Misalnya, bisnis Anda saat ini berfokus pada pakaian renang wanita.

Untuk menarik lebih banyak konsumen, cobalah mulai membuat atau menawarkan pakaian renang untuk muslim dan anak-anak. Berkat hal tersebut, bisnis Anda tidak terkesan monoton dan bisa menjangkau semua kalangan. Jika Anda melakukannya, niscaya bisnis Anda dapat mengalami pertumbuhan yang signifikan.

2. Penjualan online

Era digital telah tiba di mana semuanya sepenuhnya online. Toko tradisional telah beralih ke penjualan online sehingga pembeli tidak ketinggalan. Perusahaan yang tidak dapat mengikuti perubahan zaman akan hancur. Begitu juga usaha Anda. Jika Anda masih menggunakan model bisnis offline, segera online.

Konsumen, terutama generasi milenial, tidak perlu repot-repot melakukan berbagai hal sekarang juga, termasuk berbelanja. Jika Anda ingin pelanggan tetap setia dan berkembang, tawarkan kemudahan dengan menawarkan toko atau layanan online.

Untuk berjualan online melalui website sekarang bisa lebih mudah dengan adanya Jasa Backlink untuk promosinya.

3. Memenuhi kebutuhan yang tidak terduga

Inilah pentingnya sugesti dan kritik dalam bisnis. Anda menjadi sadar akan kebutuhan apa yang tidak didapatkan konsumen dalam produk atau pasar Anda. Ingat, bagaimanapun, bahwa tips dan kritik ini tidak boleh digunakan sebagai permainan anak-anak, karena lama-lama konsumen akan menjauh dan menghambat pertumbuhan bisnis Anda, atau bahkan mengancam akan bangkrut.

4. Pikirkan tentang mengekspor

Jika kualitas dan kuantitas produksinya konsisten. Nama produk sudah mapan atau dikenal masyarakat dan pasar domestik dikuasai, pikirkan kemungkinan mengekspor ke luar negeri. Apa saja kemungkinannya dan di negara mana. Anda juga perlu memikirkan bagaimana dan bagaimana agar produk Anda bisa dijual ke luar negeri. Produk yang bisa masuk ke pasar luar negeri merupakan pertanda bahwa bisnis Anda sedang mengalami perkembangan yang luar biasa.

5. Lisensi produk Anda

Setiap konsumen pasti menginginkan barang atau jasa yang telah dibeli dengan lisensi, beredar resmi dan juga dengan jaminan keaslian. Nah, pada titik ini penting untuk memberi label produk Anda dengan lisensi resmi dari otoritas yang berwenang. Seperti halnya makanan, pastikan produk makanan Anda bersertifikat BPOM dan Dinas Kesehatan serta bersertifikat Halal MUI.

Dengan begitu, konsumen tidak akan ragu untuk menggunakan produk Anda. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi reputasi perusahaan Anda di mata konsumen.

6. Penerapan sistem waralaba

Ketika bisnis Anda mulai berkembang, langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis Anda adalah dengan menerapkan sistem waralaba. Dengan cara ini produk Anda bisa didistribusikan dimana saja, sehingga selain meningkatkan brand awareness, pendapatan bisnis Anda juga akan semakin menguntungkan.

7. Label putih perusahaan

White label adalah model penjualan produk dimana produk tersebut diproduksi kemudian produk tersebut dijual dengan nama produk sesuai dengan mitranya. Misalnya, Anda menjalankan bisnis makanan ringan. Distributor kemudian akan mengumpulkan makanan ringan di lokasi Anda dan menjualnya kembali dengan merek mereka sendiri.

Ini bagus, tentu saja, terutama jika merek yang Anda kerjakan sudah memiliki nama. Karenanya, order rate di bisnis Anda akan terus meningkat atau setidaknya stabil.